Review:
Film ini diangkat dari novel karangan
Joachim Fest dengan judul Downfall, yang diambil dari catatan Traudl
Junge yang merupakan salah satu saksi hidup dari kematian Hittler.
Mengambil latar belakang sejarah, film ini sangat baik dalam
menggambarkan detail suasana di balik dinding bunker pribadi Hittler.
Karena menceritakan kisah sebenarnya, rasanya bukan spoiler kalau Kita
sampaikan akhir cerita film ini dimana sang Fuhrer melakukan bunuh diri.
Ironis, mengingat sebelumnya beliau ini berhasil lolos dari 42 usaha
pembunuhan yang pernah dialami (lihat Valkyrie), ternyata pada akhirnya
memang harus tangan Hittler sendiri yang mengakhiri hidupnya.
Film ini mengisahkan tentang akhir hidup Adolf Hittler, sang diktator
Nazi yang mengguncang dunia dengan Perang Dunia Kedua. Pertengahan 1945,
pasukan Nazi satu-persatu mengalami kekalahan di seluruh penjuru Eropa.
Perlahan-lahan Nazi semakin terdesak sampai ke pusat kepemimpinan
mereka di Berlin. Mencium bau kekalahan yang mulai mererbak, Hittler
justru bersembunyi di sebuah bunker pribadi di bawah tanah kota Berlin.
Hittler yang mulai paranoid hanya memperbolehkan kalangan terdekatnya
saja untuk ikut masuk ke dalam bunker. Joseph Goebbels, sang penasehat
pribadi yang sangat fanatik terhadap Hittler, berikut istri dan
anak-anaknya. Eva Braun, kekasih terakhir Hittler. Kemudian ada juga
Traudl Junge, salah satu sekretaris pribadi Hittler. Dari sudut pandang
Traudl Junge inilah film ini diceritakan.
Di dalam bunker, Hittler secara rutin masih mengadakan pertemuan dengan
para petinggi militernya untuk mengetahui perkembangan perang. Di balik
nalurinya yang mulai melihat kekalahan di depan mata, dia terus
menyerukan perang pada jenderal-jenderalnya. Akan tetapi, ketika tentara
Rusia mulai berhasil masuk ke Berlin, ketakutan Hittler mulai terasa
dari sikapnya sehari-hari yang menunjukkan perubahan mental. Bagaimana
akhir hidup dari sang tiran ternama ini? Bagaimana sikap Hittler
menghadapi akhir hidupnya?
Dari segi cerita, background ceritanya sangat kuat. Pengembangan
detailnya juga sangat baik, sehingga kita dapat menangkap suasana yang
berusaha ditampilkan menjelang akhir kehidupan sang Fuhrer. Kita dapat
merasakan bahwa bunker pribadi yang awalnya dibangun untuk memberi rasa
aman, justru menimbulkan efek sebaliknya ketika orang-orang di dalamnya
dapat merasakan ketakutan yang merebak menjelang kematian.
Aspek psikologis dari masing-masing karakternya juga digambarkan dengan
sangat baik, bagaimana sudut pandang masing-masing tokoh dalam
menghadapi situasi dimana sudah tidak ada lagi harapan. Sudut pandang
ceritanya juga mengambil sudut pandang orang ketiga yang juga ikut
terlibat dalam peristiwa ini sehingga dapat memberi gambaran yang lebih
baik dari reaksi psikologis tokoh-tokohnya.
Dari cerita ini kita juga dapat melihat sisi manusiawi Hittler yang
dibalik kekerasan idealismenya, justru menjadi sangat ‘goyah’ menjelang
kejatuhannya. Bagaimana sang Fuhrer yang sempat dianggap sebagai salah
satu jenius militer justru tidak dapat berpikir dengan akal sehat.
Bagaimana di balik ketangguhannya, justru dia membutuhkan sang kekasih
Eva Braun untuk terus bersamanya menjelang kematian. Di ambang
kejatuhannya Hittler justru memilih untuk mempertahankan harga diri
dengan memilih jalan kematiannya sendiri, dan tidak mengizinkan tubuhnya
untuk disentuh musuh-musuhnya.
Terlepas dari cast yang relatif asing buat Kita di Indonesia,
masing-masing karakter diperankan dengan sangat baik. Bruno Ganz
memerankan Hittler dengan sangat brilian. Dia berhasil menampilkan sosok
yang tetap berwibawa dengan segala kejatuhannya.
Overall, film ini menawarkan sebuah cerita sejarah yang dikemas dengan
sangat baik. Sayang sepertinya kalau anda sampai melewatkan film ini,
karena bukan saja menghibur, film ini juga dapat menambah wawasan anda.
Download Film Downfall (2004) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 35 Menit - 11 Detik
Size: 390 mb
(Klik untuk memperbesar gambar)
Download Link: